Good Corporate Governance (GCG)

Posted: Desember 28, 2014 in Uncategorized

Good Corporate Governance(Tata Kelola Perusahaan yang Baik) merupakan prinsip-prinsip yang mengarahkan dan mengendalikan perusahaan agar mencapai keseimbangan antara kekuatan serta kewenangan perusahaan dalam memberikan pertanggung-jawabannya kepada stakeholders. Prinsip-prinsip tersebut dijadikan sebagai perangkat standar yang bertujuan untuk memperbaiki citra, efisiensi, efektifitas dan tanggung-jawab sosial perusahaan. Perangkat tersebut dapat menyelaraskan kepentingan prinsipal dan agen melalui supervisi, monitoring dan mekanisme pengendalian keputusan dan kinerja perusahaan.

Prinsip-prinsip GCG adalah transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi dan fairness.

Transparansi adalah keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan, dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi materiil dan relevan mengenai perusahaan.
Akuntabilitas adalah kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggung-jawaban organ sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif.
Responsibilitas adalah kesesuaian dalam pengelolaan perusahaan terhadap per-uu dimana perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan per-uu yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.
Independensi adalah suatu keadaan dimana perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan per-uu yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.
Fairness adalah keadilan dan kesetaraan dalam memenuhi hak-hak stakeholders yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan per-uu yang berlaku.
GCG saat ini merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri BUMN No. KEP-117/M-MBU/2002 tentang Penerapan Praktek GCG di BUMN.
Tujuan Penerapan GCG di BUMN adalah:

  • Memaksimalkan nilai perusahaan dengan cara meningkatkan prinsip keterbukaan, akuntabilitas, dapat dipercaya, bertanggung-jawab dan adil agar perusahaan memiliki daya saing yang kuat baik secara nasional maupun internasional.
  • Mendorong pengelolaan perusahaan secara profesional, transparan dan efisien,serta memberdayakan fungsi dan meningkatkan kemandirian Komisaris, Direksi, dan Pemegang saham.
  • Mendorong agar Pemegang Saham, Komisaris,Direksi dalam membuat keputusan dan menjalankan tindakan dilandasi nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap per-uu yang berlaku serta kesadaran akan adanya tanggung-jawab sosial perusahaan terhadap stakeholders maupun kelestarian lingkungan
  • Meningkatkan kontribusi perusahaan dalam perekonomian nasional.
  • Meningkatkan iklim investasi nasional.
  • Mensukseskan program privatisasi.

Bagi INTI, GCG saat ini bukan lagi hanya merupakan sebuah sistem atau seperangkat aturan, namun sudah merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan keberhasilan usaha dan akuntabilitas perusahaan.

Implementasi GCG di INTI

Proses implementasi GCG INTI dilaksanakan secara sistematis melalui Road Map GCG INTI yaitu Tahap Pembangunan Perangkat GCG yang dimulai dengan membentuk Komite Tata Kelola Perusahaan (GCG) untuk membangun dasar penerapan GCG pada tahun 2004. Penyusunan Perangkat Dasar GCG tersebut dimulai pada tahun 2004 dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Mengeluarkan SKD KN 001/2004, tentang Kebijakan dan Pedoman Penerapan Tata Kelola Perusahaan (GCG)
  • Mengeluarkan SKD 024/KP.00/104040/2004 tentang Pembentukan Komite Tata Kelola Perusahaan (GCG)
  • Study Banding Komite GCG ke PT Krakatau Steel
  • Pembekalan Komite GCG dari Konsultan GCG
  • Studi literatur

Pada tahun 2005 implementasi GCG di INTI dilanjutkan dengan langkah-langkah penting sebagai berikut:

  • Mengeluarkan SKD 036/KP.00/204030/2005 tentang pembentukan Komite Tata Kelola Perusahaan (GCG)
  • SKD KN 021/2005 tentang Buku Etika Perusahaan
  • Penyusunan Buku Etika Perusahaan
  • Penyusunan Buku kumpulan peraturan/kebijakan landasan operasional GCG
  • Penyusunan Buku Self Assessment
  • Sosialisasi GCG di lingkungan perusahaan melalui penyebaran Buku Etika Perusahaan, penjelasan GCG dan buku etika perusahaan
  • Forum komunikasi karyawan mengenai GCG melalui media intranet jaring
  • Self Assessment penerapan GCG di PT INTI oleh Komite GCG INTI
  • Penyebaran penegasan etika perusahaan /kode etik
  • Penandatangan ketaatan terhadap kode etik
  • Pembentukan komite-komite pada organisasi Dewan Komisaris
  • Penandatangan kesepakatan percepatan implementasi GCG oleh Direksi
  • Audit GCG oleh Internal Audit

Pada tahun 2006 dilakukan Asesmen GCG yang dilaksanakan oleh lembaga asesor independen sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Kementerian Negara BUMN, dengan skor 51 (72%) dan total skor 70,75. Selain itu dilakukan penyusunan Kerangka Kerja Implementasi GCG.
Pada tahun 2007 dilakukan tindak lanjut hasil asesmen berdasarkan Kerangka Kerja Implementasi (KKI) serta penyusunan konsep-konsep evaluasi penerapan GCG di lingkungan internal perusahaan yang berupa self assessment manual, kuesioner, lembar kerja, dan penilaian.
Pada tahun 2008 dilakukan kegiatan-kegiatan GCG sebagai berikut:

  • Evaluasi penerapan GCG unit kerja INTI. Evaluasi tersebut dilaksanakan oleh Komite GCG terhadap unit kerja PKBL, SDM & Setper, Pusbispro, dan RICE. Hasilnya tidak ada skor, namun berupa catatan-catatan kondisi faktual dan kondisi yang diharapkan.
  • Tindak lanjut hasil asesmen 2006 berdasarkan Kerangka Kerja Implementasi.
  • Sosialisasi penerapan GCG sebagai bagian dari sistem manajemen perusahaan.
  • Perubahan anggaran dasar (responsibilitas)

Kegiatan GCG pada tahun 2009 adalah:

  • Sosialisasi Hukum & GCG (KPK)
  • Kebijakan Larangan Pemberian dan Penerimaan Hadiah
  • Kebijakan Benturan Kepentingan
  • Penunjukkan GCG Ambassadors
  • Vendor Gathering (transparansi, fairness)
  • Sosialisasi Kebijakan-Kebijakan baru GCG
  • Pemberian penghargaan kepada anak-anak berprestasi dari karyawan (SR)
  • Perbaikan kesejahteraan karyawan (fairness, responsibilitas dalam hubungan industri)
  • Dengar Pendapat dengan DPRD kota: partisipasi perusahaan bagi penyandang cacat (social responsibility)
  • Peluncuran Budaya “Harmony”
  • Peluncuran Kebijakan “Whistle Blowing System”
  • Perundingan “Perjanjian Kerja Bersama” (fairness/kesetaraan)
  • Forum Komunikasi Manajemen dan Karyawan (berkala)
  • Pelaporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara
  • Audit ISO 9001 – 2008 (responsibilitas)
  • Sertifikasi Sistem Manajemen K3 (bendera perak responsibilitas)
  • Laporan Manajemen (berkala, akuntabilitas, responsibilitas)
  • Perbaikan Tata Cara Pengadaan

Perkembangan implementasi GCG sampai bulan Juli 2010 pada tahun 2010 adalah sebagai berikut:

  • Perubahan sistem karir, job tender (fairness, akuntabilitas)
  • Pembaharuan Pokok-Pokok Kebijakan manajemen SDM
  • Sosialisasi Kebijakan Whistle Blowing System, Budaya Harmony, Peraturan Hukuman Disiplin (compliance program)
  • Perundingan Perjanjian Kerja Bersama (lanjutan 2009)

Implementasi GCG INTI dapat dilihat pada kegiatan sehari-hari perusahaan yang antara lain telah menerapkan E-auction guna transparansi pengadaan barang dan jasa, memberdayakan website INTI untuk keterbukaan informasi, publikasi laporan keuangan perusahaan, perbaikan berbagai peraturan. Untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan standar pencapaian praktek GCG di INTI dilakukan kegiatan monitoring dan evaluasi praktek GCG secara teratur dan berkesinambungan.

http://www.inti.co.id/index.php/who-we-are/gcg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s