A Very Long Journey

Posted: Mei 11, 2013 in Uncategorized

Kupikir, kota yang menyenangkan untuk dilewati ketika perjalanan malam adalah kota-kota super saja.

Namun yang tengah kulewati ini bukan kota super dan rupanya dia tetap menyenangkan dipandang ketika malam.

Rumah-rumah berdiri diatas tanah yang nyaris saja bisa disebut berundak-undak. Dan lampunya mengerling genit seperti lentera mengapung-apung ditengah latar hitam, malam.

Kerlingan yang anehnya malah begitu membumi dan redup-redup lembut.

Mungkin sendu.

Mataku menuruti jalannya kerling itu dibalik kaca riben berembun karena hawa dingin.

Waktu merangkak seperti siput kecil dan aku rasanya ingin memberi hadiah sepasang sepatu roda untuk keamatlambatan itu.

Mereduksi waktu untuk bisa lebih cepat menemui kamu.

Jalan ini masih begitu panjang sementara anggapanku tetap sama, gagal kudiamkan,

Mengapa kita tidak menyadari bahwa kita butuh bersama dari sejak awal saja?

Jadi kau dan aku tidak perlu terlibat dalam permainan luka yang tidak membawa kita kemana-mana selain ketiadaan.

Atau ini adalah soal bahwa benar takdir bekerja dengan cara yang tidak bisa kita duga.

Aku merindukan kamu, tanpa peduli betapa berantakan rapalan ini kuucapkan dalam kepala. Entah sudah berapa ratus kali, sepanjang jalan ini.

Kearahmu.

 

http://www.facebook.com/notes/dinda-anindia/a-very-long-journey/247566405293532

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s