Jarak

Posted: Mei 5, 2013 in Uncategorized

Kalau di tepi jalan kamu mendapati pohon perdu yang tidak begitu tinggi, berhati – hatilah. Mungkin saja itu pohon Jarak. Batangnya sangat mudah patah, dan percayalah kamu tidak akan menyukai getah yang keluar akibat patahannya itu.

 
Seperti tubuh dan jiwa.
 
Berhati – hatilah dengan orang yang jarak antara tubuh dan jiwanya sedemikian jauh. Karena ketika tubuhnya patah, kamu tidak akan begitu suka. Bukannya aku asal menebak dan seolah – olah tahu banyak hal tentang kamu. Tidak pernah aku bermaksud seperti itu. Tidak ada yang menyukai tubuh tanpa jiwa, hanya itu sebabnya.
 
 
Tubuh bergantung kepada jiwa, tetapi jiwa tidak pernah bergantung kepada tubuh. Kemana jiwa akan pergi, kapan, bagaimana, semua tergantung kepadanya. Bahkan untuk mendekatkan jiwa kembali kepada tubuh saja kita hanya bisa mencoba. Melalui meja – meja operasi, melalui doa, atau melalui air mata yang sudah dingin lagi. Pada akhirnya kita hanya akan tahu dan menerima; jarak.
 
Kembali kepada kehati – hatian, kamu tahu sendiri bahwa hanya kepadamulah aku tidak dapat berhati – hati. Seandainya di dunia ini benar ada pengecualian, maka bagiku itu kamu. Tubuh dan jiwamu haruslah satu – satunya yang tidak pernah memisah. Kepada tubuh dan jiwamu aku jatuh cinta, lalu bagaimana aku harus terus melakukannya apabila dua hal itu pergi ke tempat yang berbeda – beda?
 
Apa yang harus aku lakukan dengan jarak?
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s